Adventures · gallery · masa lalu · Pelajaran Hidup

Menantang Waktu

ingin ku tulis semua tentang diriku dalam lembaran waktu

melangkah melebihi kecepatan cahaya menuju masa lalu
teringat seorang bocah lugu
berjalan , menatap , berkhayal, seperti apakah aku?

kelak

IMG_0002 copy
namanya Zahidi Sedyadiasto (Diaz), sebuah nama yang cukup klasik. Mulai menghirup Oksigen bebas 25 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 22 Desember 1988. Perawakan kecil, kulit coklat, alis mata sedikit serius.

dia dilahirkan dalam keluarga biasa-biasa saja, sama seperti teman yang lainnya. Layaknya teman yang seusianya, dia suka berlari, aktif, nakal dan aneh. yang diingatnya adalah dia bermain disebuah sungai dan mencari katak untuk makan burung. entah burung apa . . di sebuah desa  . . Cilangkap.

Rasanya dia tak asing lagi dengan dunia persungaian, karena tempat tinggalnya dahulu dikelilingi oleh sungai. sampai pada suatu ketika dia pernah hanyut terbawa sungai. cerita ini dimulai pada waktu sore hari,dia sudah rapi, ya begitulah anak anak, penginnya aneh – aneh, malah pengin cari ikan di sungai, padahal  sungai itu meluap karena diguyur hujan.  masih ingat rasanya air sungai itu berwarna coklat hampir 3/4 dari tinggi pembatas sungai. di arah jam 5 dia, terdapat seorang yang sedang makan rujak, nama panggilannya adalah Kher, kalau tidak salah nama lengkapnya adalah Khaerudin.

dia (Diaz)  membawa sebuah jaring yang entah dibuat oleh siapa, tapi yang dia ingat adalah jaring itu terbuat dari kayu dan tali rafia yang berwarna kuning. tidak masuk akal jika jaring itu bisa menangkap sebuah ikan, karena rajutan jaring itu terlalu lebar untuk ukuran ikan yang terlalu kecil. tapi itu tidak mengurungkan niatnya untuk mencari ikan , ,

dia (diaz)  duduk berjongkok di pinggir sungai dengan lengan tangan kiri saya memegang jaring. jaring tersebut dicelupkan pada bibir sungai. entah apa yang terjadi  jatuh ke dalam sungai. dia tenggelam hanyut dalam aliran sungai yang deras. satu satunya hal yang dia ingat adalah masuk ke dalam air dan terbentur batu di dalam sungai, setelah itu  , , , , entahlah

rasanya dia harus mengganti rujak si Kher sebagai ucapan terimakasih telah menyelematkannya. sejak saat itu dia dilatih oleh ayahnya nglangi dalam bahasa Indonesia Berenang.

oke rasanya cukup kali ini flashback tentang si Diaz kecil.. Tulisan berikutnya saya akan menantang otak saya untuk melintasi waktu di masa lampau di sebuah desa Cilangkap . .

. . . . . . . . .

 

Mari ngobrol ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s