seni budaya kelas 7

contoh lagu klasik [pocung] macapat

ngelmu iku kalakone kanthi laku;
lekase lawan kas;
tegese kas nyantosani;
setya budya pangekese dur angkara
sair lagu di atas akrab sekali dengan telinga murid-murid sd di era 70-80an. waktu itu setiap menjelang pulang sekolah, pak guru menyuruh kami menyanyikan lagu tersebut, bahkan sering menjadi menu utama penutup pelajaran setiap hari. tidak jarang kami yang notabene anak “ndeso” melantunkannya dari atas pohon kelapa, bak loud speaker yang membahana di udara, ketika kami di hari minggu atau sore hari mencari kayu bakar untuk membantu simbok.
indahnya syair lagu, merdunya suara-suara anak ndeso itu kini sudah tidak lagi dijumpai, bahkan terasa asing di telinga anak-anak sekarang. generasi 2000an lebih akrab dengan lagu ketahuan dan lain-lain. ketika mama (sebutan simbok modern) melantunkannya menjelang tidur, justru anakmalah tidak bisa tidur, karena mereka merasa terganggu istirahatnya. seolah ru magis yang terkandung tidak lagi “mrebawani”, daya magisnya telah pudar ditelan jaman.
sebenarnya di samping memiliki nilai magis, tembang pocung dengan syair/cakepan di atas mengandung nilai-nilai edukatif yang sangat luhur. ada pesan moral yang disampaikan. kita simak pada awal lagu pada kalimat/ gatra kapisan “ngelmu iku kalakone kanthi laku”, mengandung pesan bahwa ilmu itu diperoleh melalui satu perjuangan, sehingga ada kerata basa “ngelemu” jare ” angel yen durung ketemu”. Warning sekaligus motivasi bahwa ilmu yang dimiliki seseorang tidaklah hasil warisan atau proses yang biasa-biasa saja, tetapi membutuhkan ketekunan / laku yang melibatkan berbagai aspek secara komplementer. Sebut saja dari sisi waktu, hanya untuk mendapatkan selembar sertifikat/ijazah SD, seseorang dalam waktu normatif butuh waktu 6 tahun, untuk mendapatkan pendidikan dasar harus menambah lagi dengan 3 tahun di SMP. Maka bisa dihitung berapa tahun waktu yang diperlukan jika seseorang ingin mendapatkan predikat magister. Belum lagi soal klaisk berupa dan, karena memang pendidikan kita itu mahal
Hal-hal tersebut membuktikan, memang benar bahwa ngelmu iku kalakone kanthi laku. satu harapan yang kelak diperoleh, adalah seperti impact seperti bunyi gatra pungkasan, bahwa setya budya pengekese durangkara, artinya seseorang yang berilmu dan memanfaatkannya untuk kepentingan kemaslahatan umat, maka ilmu yang dimiliki akan mampu menumpas perbuatan dur angkara, bukan sebaliknya.


Mari ngobrol ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s